SCABIES
Nama lain: Budug, Mange, Demodecosis,
Kudis menular.
Penyakit
Scabies adalah penyakit pada ternak yang dikenal oleh masyarakat petani
peternak disebut Kudis. Penyakit Scabies bersifat zoonosa,
artinya dapat menular kepada manusia. Ternak yang terserang penyakit ini akan
mengalami penurunan kondisi terutama berat badan, penurunan kualitas daging/
karkas, kerusakan dan penurunan nilai kulit.
1.
Penyebab
Penyakit ini disebabkan
oleh sejenis tungau, pada sapi disebabkan oleh Chorioptes bovis, sedang
pada kambing disebabkan oleh Psoroptes ovis.
2. Cara penularan.
Penularan penyakit ini
terjadi bila kontak langsung antara ternak sakit dengan ternak sehat, atau
melalui peralatan kandang yang tercemar oleh penyakit.
3. Tanda tanda penyakit
♦
Gatal gatal hebat yang ditandai dengan
menggosok gosokkan tubuh pada dinding kandang serta menggigit gigit bagian tubuh yang terserang
penyakit (moncong, telinga, leher, dada, perut, pangkal ekor dan sepanjang
punggung serta kaki). Akibat gosokan dan gigitan sehingga terjadi luka-luka dan
lecet.
♦ Lepuh-lepuh bernanah pada kulit.
♦
Pada penyakit yang agak lanjut, kulit
mengeras dan menebal serta melipat-lipat sehingga pada tempat tersebut bulunya
lepas dan kelihatan gundul.
4. Pencegahan
♦ Sanitasi/ kebersihan kandang dan pemberian
makanan yang bergizi.
♦ Ternak yang sakit dipisahkan dari yang sehat
dan diobati sampai sembuh
♦ Menghindari kontak langsung dengan ternak
sakit.
♦ Bila ada
kasus Scabies segera dilaporkan kepada Dokter Hewan berwenang/
Poskeswan/ Dinas Peternakan setempat.
5. Pengobatan
Tradisional:
Tradisional:
♦ Oli bekas + sebuk belerang,
caranya:
- Ternak dimandikan dengan sabun
kemudian dijemur.
- Setelah kering , obati dengan campuran
tersebut diatas.
♦ Air tembakau, caranya:
-
Rendam tembakau di air sambil diremas
remas, kemudian diperas diambil airnya.
-
Gosokkan air tembakau pada kulit yang
sakit.
♦ Serbuk biji kamper (kapur barus)
dicampur minyak kelapa, caranya:
- Tumbuk biji kamper sampai halus.
- Kemudian campur dengan minyak kelapa.
- Oleskan pada kulit yang sakit.
♦ Belerang (dihaluskan) + kunyit +
minyak kelapa (sedikit), caranya:
Campuran tersebut dipanaskan, kemudian
hangat hangat digosok gosokkan pada kulit yang sakit.
♦ 1 bagian Kreolin + 10 bagian
Spiritus, dioleskan pada kulit yang sakit.
kimia:
dengan ivermectin
kimia:
dengan ivermectin
6. Hubungan Kesehatan Masyarakat
♦ Ternak yang menderita
penyakit diperbolehkan dipotong dan dagingnya dapat dikonsumsi sepanjang
mutunya/ kualitasnya masih baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Keputusan ini
adalah wewenang Dokter Hewan/ petugas lapangan yang ditunjuk.
♦ Kulit yang
mengandung tungau/ penyakit harus segera dimusnahkan.
♦ Apabila
keadaan ternak sangat kurus dilarang untuk dipotong.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar