Rabu, 05 Juli 2017

SCABIES

SCABIES




Nama lain: Budug, Mange, Demodecosis, Kudis menular.

            Penyakit Scabies adalah penyakit pada ternak yang dikenal oleh masyarakat petani peternak disebut Kudis. Penyakit Scabies bersifat zoonosa, artinya dapat menular kepada manusia. Ternak yang terserang penyakit ini akan mengalami penurunan kondisi terutama berat badan, penurunan kualitas daging/ karkas, kerusakan dan penurunan nilai kulit.

1.    Penyebab
            Penyakit ini disebabkan oleh sejenis tungau, pada sapi disebabkan oleh Chorioptes bovis, sedang pada kambing disebabkan oleh Psoroptes ovis.

2.  Cara penularan.
            Penularan penyakit ini terjadi bila kontak langsung antara ternak sakit dengan ternak sehat, atau melalui peralatan kandang yang tercemar oleh penyakit.

3.  Tanda tanda penyakit
♦   Gatal gatal hebat yang ditandai dengan menggosok gosokkan tubuh pada dinding kandang serta  menggigit gigit bagian tubuh yang terserang penyakit (moncong, telinga, leher, dada, perut, pangkal ekor dan sepanjang punggung serta kaki). Akibat gosokan dan gigitan sehingga terjadi luka-luka dan lecet.
♦   Lepuh-lepuh bernanah pada kulit.
♦   Pada penyakit yang agak lanjut, kulit mengeras dan menebal serta melipat-lipat sehingga pada tempat tersebut bulunya lepas dan kelihatan gundul.

Scabies pada Kambing di kec. Gunung Megang

4.  Pencegahan
♦   Sanitasi/ kebersihan kandang dan pemberian makanan yang bergizi.
♦   Ternak yang sakit dipisahkan dari yang sehat dan diobati sampai sembuh
♦   Menghindari kontak langsung dengan ternak sakit.
♦   Bila ada kasus Scabies segera dilaporkan kepada Dokter Hewan berwenang/ Poskeswan/ Dinas Peternakan setempat.

5.  Pengobatan 
 Tradisional:
Oli bekas + sebuk belerang, caranya:
- Ternak dimandikan dengan sabun kemudian dijemur.
- Setelah kering , obati dengan campuran tersebut diatas.
Air tembakau, caranya:
-   Rendam tembakau di air sambil diremas remas, kemudian diperas diambil airnya.
-   Gosokkan air tembakau pada kulit yang sakit.

Serbuk biji kamper (kapur barus) dicampur minyak kelapa, caranya:
- Tumbuk biji kamper sampai halus.
- Kemudian campur dengan minyak kelapa.
- Oleskan pada kulit yang sakit.
Belerang (dihaluskan) + kunyit + minyak kelapa (sedikit), caranya:
Campuran tersebut dipanaskan, kemudian hangat hangat digosok gosokkan pada kulit yang sakit.
1 bagian Kreolin + 10 bagian Spiritus, dioleskan pada kulit yang sakit.

kimia:
       dengan ivermectin



6.  Hubungan Kesehatan Masyarakat
 Ternak yang menderita penyakit diperbolehkan dipotong dan dagingnya dapat dikonsumsi sepanjang mutunya/ kualitasnya masih baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Keputusan ini adalah wewenang Dokter Hewan/ petugas lapangan yang ditunjuk.
♦ Kulit yang mengandung tungau/ penyakit harus segera dimusnahkan.
♦ Apabila keadaan ternak sangat kurus dilarang untuk dipotong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puskeswan Cinta Kasih

PUSKESWAN CINTA KASIH

Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Hewan (UPTD Puskeswan ) Cinta Kasih merupakan salah satu UPT D Dinas Tanaman Pangan, Horti...