Nama Lain : Paratuberkulosis, Enteritis Spesifik
Kronis
Penyakit ini merupakan suatu penyakit infeksi yang
tidak dapat disembuhkan, yang ditandai oleh diaredan kondisi badan yang yang
berangsur melemah. Paratuberkulosis
adalah penyakit akibat infeksi Mycobacterium avium subsp. paratuberculosis (MAP), umumnya
menyerang hewan ruminansia besar dan kecil (sapi perah/sapi potong, kambing, domba), bison, antelop,
rusa dan elk, tetapi jarang terjadi pada babi dan
kuda (Smith, 1998 dalam Tarmudji, 2007 ). Penyakit yang disebabkan oleh
bakteri ini, pertama kali ditemukan pada sapi perah
oleh Dr. Heinrich A. Johne pada tahun 1895, di Jerman.
Selanjutnya penyakit tersebut juga dinamakan Johne’s
disease (JD), yang hingga saat ini penyebarannya sudah meluas di berbagai belahan dunia (HOLSTAD
et al., 2005 dalam Tarmudji, 2007).
Gejala klinik
Infeksi
MAP terjadi pada periode neonatal (0 – 4bulan), gejala klinik paratuberkulosis
pada sapi biasanya muncul setelah hewan berumur lebih dua tahun. Pada awal
infeksi tidak menunjukkan gejala klinik sakit (subklinis). Lebih lanjut dapat
terjadi diare secara intermittent, kondisi fisik sapi nampak gemuk dan
sehat. Namun demikian pada kejadian infeksi yang ekstrim, hewan mengalami edema
sub-mandibulla (bottle jaw), kelemahan, bulu kasar dan kulit kering.
Sebagian besar kasus klinik paratuberkulosis pada sapi terjadi antara umur 3 –
6 tahun. Sapi muda yang terinfeksi oleh MAP tidak menunjukkan gejala klinik (silent
infection) seolah-olah seperti hewan yang tidak terinfeksi (Baumgartner dan
Kohl, 2006).
Pengobatan
Meski vaksin telah tersedia, umumnya tidak dianjurkan
untuk digunakan dan pengobatanpun tidak menampakkan hasil. Anjuran yang paling
baik adalah menyingkirkan ternak-ternak yang terinfeksi oleh penyakit ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar