Gejala Klinis
Penderita SE akan terlihat lesu,
suhu tubuh naik dengan cepat, gemetar, mata sayu dan berair, selaput lendir dan
mata hiperemi. Nafsu makan, memamak biak, gerakan rumen dan usus menurun sampai
hilang disertai konstipasi. Mungkin pula gangguan pencernaan berupa kolik dan
diare kadang-kadang disertai titik-titik darah. Sekali-kali ditemukan juga
epistasis, hematuria dan urtikaria yang dapat berlanjut ke nekrose kulit. Pada
SE dikenal tiga bentuk yaitu, bentuk busung, pektoral dan intestinal.
a)
Bentuk Busung
Ditemukan busung pada bagian kepala,
tenggorokan, leher bagian bawah, gelambir dan kadang-kadang pada kaki muka.
Tidak jarang pula terjadi pada bagian alat kelamin dan anus. Derajat kematian
bentuk ini tinggi sampai mencapai 90% dan berlangsung cepat (hanya 3 hari,
kadang-kadang sampai 1 minggu). Sebelum mati, terutama pada kerbau terjadi gangguan
pernafasan akan nampak sebagai sesak nafas (dyspnoe) dan suara ngorok merintih
dan gigi gemeretak.
b)
Bentuk Pektoral
Ditandai
dengan bronchopnemoni dan dimulai dengan batuk kering dan nyeri. Kemudian
terdapatnya eksudat dari hidung dan terapat pernafasan capat dan basah. Proses
biasanya lama 1-3 minggu. Penyakit yang bersifat kronis ditandai dengan hewan
menjadi kurus, batuk, nafas dan amakan terganggu, terus mengeluarkan air mata,
suhu tidak berubah, terjadi diare yang bercampur darah, kerusakan pada
paru-paru, bronchi dan pleuranya.
c)
Bentuk Intestinal
Bentuk intestinal merupakan gabungan
dari bentuk busung dan bentuk pektoral.
Pencegahan
dan Pengobatan
Penyakit Ngorok pada ternak sapi
memang penyakit akut, tetapi bukan berarti tidak dapat dicegah atau diobati.
Cara mencegah penyakit Ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE) atau
Haemorrhagic Septicaemia (HS) adalah sebagai berikut :
Jika pada
satu wilayah sedang terjangkit penyakit SE, hal pertama yang harus dilakukan
adalah vaksinasi terhadap ternak yang sehat dengan oil adjuvant. Sedangkan
untuk wilayah yang pernah terkena, wajib divaksinasi ulang (setidaknya setahun
sekali), dengan dosis 3 ml secara intramuskuler. Vaksinasi dilakukan pada saat
tidak ada kejadian penyakit. Lakukan karantina yang ketat
terhadap ternak sapi yang masuk dari daerah yang sedang terjangkit SE Segera
bakar/kubur bangkai ternak sapi yang terkena SE.
Bersihkan
kandang dengan disinfektan secara rutin Sedangkan untuk ternak sapi yang telah
terjangkit SE, segera lakukan pengobatan dengan beberapa jenis antibiotika
sebagai berikut :
1.
Oxytetracycline dengan dosis 50 mg/10 Kg BB
2.
Streptomycin dengan dosis 5 –10 mg/Kg BB
3.
Sulphadimidine (Sulphamezathine): 2 gram/30 Kg BB.
Ternak sapi
yang terserang penyakit SE kronis, harus dimusnahkan, Jika masih dalam taraf
awal, sapi dapat dipotong dan dagingnya bisa dikonsumsi, namun harus diperiksa
oleh Dokter Hewan/ petugas kesehatan terlebih dahulu. Akan tetapi jaringan
tubuh dan jeroan yang terserang, terutama paru paru harus dimusnahkan dengan
dibakar atau dikubur.
Selain itu,
segera musnahkan semua pakan dan minuman yang telah tercemar, dan sucihamakan
semua peralatan yang ada dikandang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar